Banyak orang mengira bahwa dunia kerja itu indah. Kerja itu aman, nyaman dan menentramkan. Pokoknya semua yang menyenakan hanya bisa diraih dengan bekerja (read:employee [juga untuk selanjutnya]).Huh,.. saya benar-benar menentang pendapat itu. Saya yakin sebagian besar rekan-rekan netter juga setuju.
Menurut Robert T. Kiyosaki, filosofi seperti itu hanya cocok untuk kehidupan era Industri dimana memang hanya bekerjalah penghasilan dapat diraih, dimana peluang mendapatkan penghasilan yang besar belum menganga seperti saat ini.
Ya, saat ini kita berada dimasa transisi dari era industri menuju era informasi dimana sebagian besar masyarakat dunia rela mengeruk koceknya hanya demi sebuah informasi. Dimana bekerja sebagai employee bukan lagi pilihan terbaik.
Sebenarnya, dengan bekerja kita telah merelakan sebagian besar waktu kita untuk menjadi tahanan kota dimana kantor kita berada. Mengeluarkan tenaga ekstra untuk bangun pagi dan pulang larut. Kehilangan kesempatan bersenda gurau dengan sanak-saudara dan teman-teman.
Dengan bekerja anda memang mendapatkan penghasilan rutin diaman penghasilan tersebut akan membuat anda merasa aman. Sadarkah kalian bahwa rasa aman tersebut juga akan menghanyutkan anda ke dalam hutang? Mulai dari warung, toko, kartu kredit, sampai akhirnya Anda menikah dan mulai membeli aset.
Tulisan ini saya buat ketika saya merasa depress dengan rutinitas dan mulai muak dengan tingkah laku lingkungan. Ataupun mungkin karena saya terlalu banyak membaca 'Cashflow Quadrant'?
Nyatanya, memang bekerja memberikan anda rasa aman. Tapi tidak nyaman. Apakah anda merasa bahagia dengan pekerjaan anda?
Saya rasa tidak. Cobalah menekuk cukup dalam untuk menemukan arti pekerjaan anda sesungguhnya. BUkankah rata-rata pekerja hanya berpikir 'yang penting saya mendapatkan gaji, dan itu halal.'?
Saya setuju dengan halalnya, tapi tidak dengan yang penting. Karena pekerjaan bagi saya haruslah memberikan kebahagiaan lahir batin yang hakiki, bukan saja rasa aman secara pekerjaan.
Oleh sebab itu sekarang saya kembali bertarung untuk menemukannya. Untuk menghidari rutinitas dan bertemu dengan tingkah-tingkah tidak jujur manusia yang tidak mampu disembunyikan wajah mereka. Untuk menjungkir-balikkan siklus bekerja, menjadi tua renta, dan tidak bisa menikmati hasilnya sehingga di akhir hayat tidak bahagia dan bahkan bisa menjadi gila!
No comments:
Post a Comment